Pengertian Syirik Menurut Kalangan Para Ulama Syafi’iyah



          Al Azhari, pengikut Syafi’i, berkata bahwa Alloh(dalam al-Qur’an) mengisahkan hamba-Nya, Luqman al-Hakim, yang berkat kepada anaknya:
“... Hai anakku, janaganlah kamu mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) adalah  benar-benar kezhaliman yang besar.(Luqman: 13)
            Syirik adalah menyekutukan Alloh dalam ke-rububiyahan-Nya dengan beberapa tandingan. Huruf ba’ terdapat dalam kalimat laa trusyrik billahi yang maknanya adalah “janganlah engkau bandingkan Dia dengan yang lainnya sehingga engkau menjadikan yang dibandingkan itu sebagai sekutu bagi-Nya”
            Demikian pula firman Alloh:
بمآاشركوابالله مالم ينزل به سلطنا
“... disebabkan mereka mempersekutukan Alloh denagn sesuatu yang Alloh sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu...” (Q.S. Ali Imron:151)
            Maksud mempersekutukan Alloh adalah membandingkan Alloh dengan yang lain. Barangsiapa membandingkan Alloh dengan sesuatu dari makhluk-Nya, maka dia telah musyrik karena Alloh itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
            Ar Raghib Al Ashbahany, : “Syirik besar adalah menetapkan sekutu bagi Alloh Ta’ala. Apabila dikatakan, si fulan telah syirik kepada Alloh, maka yang demikian itu besar-besar kekufurannya.”
            Al Manawy,: “Syirik adalah menyandarkan suatu urusan khusus kepdaseseorang tanpa diperintahkan.”


Komentar

Postingan Populer